August 6, 2020
syarat budidaya sistem hidroponik

Ini Loh Tips Dan Syarat Budidaya Sistem Hidroponik

Halo sobat tani..! Apa kabar hari ini? Semoga semua dalam keadaan oke ya. Kali ini kita masih membahas seputar hidroponik yaitu syarat budidaya sistem hidroponik. Karena, bertani atau bercocok tanam dengan sistem hidroponik saat ini menjadi daya tarik bagi kaum milenial untuk terjun ke dalam bidang pertanian.

Budidaya tanaman dengan sistem hidroponik sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan. Banyak pemula yang berani untuk terjun langsung dalam bidang ini dan terbukti berhasil. Kalo sebelumnya kita sudah membahas cara menanam dengan sistem hidroponik. Maka, artikel ini merupakan pelengkap untuk artikel tersebut.

Syarat budidaya tanaman dengan sistem hidroponik tidak banyak dan mudah untuk di dapat. Beberapa diantaranya sudah pernah saya tulis dalam artikel sebelumnya. Berikut ini adalah tips dan syarat budidaya tanaman yang dapat kamu coba di rumah.

5 Syarat Budidaya Tanaman Dengan Sistem Hidroponik

syarat budidaya sistem hidroponik

Jika kamu tertarik untuk budidaya tanaman dengan sistem hidroponik, maka kamu harus rajin dan telaten terutama dalam pengecekan pH dan kandungan nutrisi. Berikut adalah syarat-syarat budidaya tanaman dengan sistem hidroponik:

1. Air/Nutrisi

Air merupakan media utama dalam sistem hidroponik, sehingga air yang digunakan harus memiliki pH 5.5-7, bersih, tidak asin dan tidak keruh. Air ini akan dicampur dengan nutrisi yang akan menjadi sumber “makanan” bagi tanaman.

Ada banyak jenis nutrisi hidroponik yang dapat kamu temukan di toko pertanian secara offline atau online. Harga nutrisi cukup variatif namun tetap terjangkau. Salah satu contoh yang paling sering digunakan adalah nutrisi ABmix.

Nutrisi ini terdiri dari dua jenis yaitu A dan B. Nutrisi ABmix tidak boleh di campur langsung (karena akan menggumpal), sehingga harus dilarutkan ke dalam air satu per satu terlebih dahulu. Kemudian, siapkan air dalam ember dan masukkan nutrisi A dan aduk sampai ratu. Selanjutnya, masukkan nutrisi B dan aduk kembali.
Kamu juga harus menambahkan dosis/konsentrasi nutrisi sesuai dengan anjuran yang terdapat pada kemasan. Jangan lupa, gunakan EC meter dan pH meter untuk memastikan konsentrasi larutan sudah tepat.

2. Media Tanam Hidroponik

Karena media utama dalam budidaya sistem ini adalah air maka, dibutuhkan media tanam yang dapat menopang tumbuh dan berkembangnya tanaman. Ada banyak media tanam yang dapat digunakan yang terdapat di sekitar kita. Kamu dapat menggunakan sekam padi atau sekam bakar, serbuk gergaji, spons, rockwoll dan lainnya. Pemilihan media tanam yang tepat ditentukan oleh sistem hidroponik yang kalian gunakan.

3. Jenis Tanaman Untuk Sistem Hidroponik

Pada umumnya hampir semua jenis tanaman dapat dibudidayakan dengan cara hidroponik. Namun, selama ini kita paling banyak menemukan tanaman jenis sayuran dan buah dengan cara hidroponik.
Contohnya selada, sawi, bayam, kangkung, semangka, cabai, melon, timun dan lain-lain. Hal ini karena, tanaman tersebut membutuhkan waktu yang relatif singkat untuk dapat di panen.

4. Cahaya

Budidaya tanaman dengan sistem hidroponik tidak jauh berbeda dengan cara konvensional. Apapun teknik budidaya yang digunakan pasti tanaman membutuhkan cahaya agar dapat berfotosintesis dan menghasilkan zat makanannya sendiri (autotrof).

Sumber cahaya bagi tanaman ini terbagi menjadi dua yaitu alami dan buatan.Cahaya alami adalah cahaya matahari, sehingga apabila kamu memanfaatkan cahaya matahari maka pastikan lokasinya terang (pencahayaan optimal). Selain itu, kamu dapat menggunakan cahaya dari lampu apabila hidroponiknya didalam ruangan. teknik ini biasanya digunakan pada skala usaha.

5. EC Meter dan pH Meter

Setelah empat syarat di atas terpenuhi, sistem hidroponik yang kamu buat sudah dapat dikatakan cukup baik. Tapi, hal yang menentukan keberhasilan budidaya tanaman dengan sistem ini adalah pengamatan dan perawatan.

Sesuai dengan syarat yang pertama bahwa media utama adalah air yang diberi nutrisi. Maka, kamu harus memastikan ketersedian larutan nutrisi tersebut dan ketepatan konsentrasinya. Karena, pada setiap tahap pertumbuhan tanaman akan membutuhkan jumlah nutrisi yang berbeda-beda.

Baca juga: Ini Loh! 6 Cara Menanam Seledri Organik Dalam Polybag

Contohnya pada fase awal saat tanaman nutri yang dibutuhkan dalam jumlah masih kecil maka nutrisi yang dibutuhkan juga dalam jumlah yang kecil/sedikit.Saat tanaman mulai besar maka jumlah nutrisi yang harus kamu berikan juga akan bertambah. Semua data tersebut dapat kamu ketahui dengan satu alat ini yaitu EC meter dan pH meter.

Demikian penjelasan tentang tips dan syarat budidaya tanaman dengan sistem hidroponik. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yang akan memulai menanam dengan sistem hidroponik. Terima kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *