July 15, 2020
cara menanam padi

7 Tepat Aplikasi Pestisida Dan Cara Menggunakannya

Pestisida adalah racun yang digunakan untuk membunuh hama contohnya hama pada tanaman. Pestisida sudah sangat tidak asing di kalangan petani. Namun, tidak hanya itu sebenarnya pestisida juga sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari contohnya racun nyamuk, dan racun tikus.Pestisida terdiri dari banyak jenis contohnya insektisida, fungisida, rodentisida, moluskisida, dan lain-lain. Sehingga harus menggunakan 5 tepat aplikasi pestisida supaya pengendaliannya efektif dan efisien.

Dalam bidang pertanian aplikasi pestisida bertujuan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT) agar tidak terjadi penurunan hasil dan kerugian. Ada tiga cara pengendalian OPT yaitu cara mekanik, biologis dan kimiawi. Cara kimia dipakai sebagai langkah terakhir dan ketika sudah benar-benar diperlukan.

Berikut Ini 7 Tepat Aplikasi Pestisida

Pengendalian OPT dengan cara kimia dipilih sebagai langkah terakhir karena menggunakan bahan kimia berbahaya. Sehingga dalam penggunaannya diperlukan 7 tepat aplikasi.

1. Tepat Sasaran

tepat aplikasi pestisidaSebelum melakukan pengendalian, terlebih dahulu kita harus melakukan pengamatan pada tanaman. Hal ini bertujuan untuk mengetahui OPT yang menyebabkan kerusakan pada tanaman. Contoh jika pada tanaman terdapat bekas berlubang akibat ulat, atau rusak akibat tikus berarti ini adalah indikasi serangan hama. Namun, jika daun tanaman menguning, atau terdapat bercak pada daun, ini menunjukkan serangan akibat cendawan/fungi menunjukkan indikasi penyakit tanaman.

2. Tepat Jenis Pestisida

Setelah mengetahui sasaran OPT yang menyerang tanaman. Selanjutnya, lakukan pengambilan tindakan yang tepat untuk mengatasi OPT tersebut. Misalnya jika terindikasi hama ulat maka jenis pestisida yang digunakan adalah insektisida, jika tikus gunakan rodentisida dan jika penyakit akibat cendawan maka gunakan fungisida.

Tabel 1. Jenis Pestisida dan OPT Sasaran

No Pestisida OPT Sasaran
1 Insektisida Hama golongan serangga
2 Fungisida Penyakit akibat cendawan/fungi
3 Rodentisida Hama tikus
4 Moluskisida Hama golongan moluska/keong/siput
5 Bakterisida Penyakit akibat bakteri
6 Akarisida Hama golongan tungau
7 Nematisida Nematoda
8 Herbisida Gulma (rumput, teki, gulma daun lebar)

3. Tepat Mutu

Setelah ditentukan jenis pestisida yang dipilih, selanjutnya pilih pestisida yang bermutu, ciri-cirinya yaitu terdaftar dan diijinkan oleh komisi pestisida, tidak kadaluarsa, kemasan baik dan tidak rusak. Produk-produk pestisida yang beredar di Indonesia harus menggunakan bahasa Indonesia. Jadi jika terdapat produk mencurigakan tidak perlu untuk di beli.

baca juga:

9 Hama Tanaman Padi dan Cara Ampuh Untuk Mengendalikannya

7 Cara Menanam Cabai Merah Agar Cepat Berbuah

4. Tepat Waktu

tepat aplikasi pestisidaKapan waktu yang tepat untuk aplikasi pestisida? aplikasi yang sangat disarankan yaitu pada pagi hari (07:00-10:00 WIB) atau sore hari (15:00-19:00 WIB). Hal ini karena aplikasi pada siang hari dapat menyebabkan pestisida cepat menguap ke udara. Sehingga racun yang kita gunakan akan terbuang sia-sia.

Selain itu, pengambilan waktu keputusan harus tepat. Hal ini dapat berdasarkan tingkat serangan, atau sistem kalender yang terjadwal. Berdasarkan tingkat serangan jika populasi OPT sudah melewati ambang ekonomi (AE) artinya serangan OPT mulai berpotensi untuk merugikan petani. Sedangkan, pengendalian sistem kalender cenderung termasuk kedalam upaya pencegahan karena, terjadwal dan rutin dilakukan.

5. Tepat Dosis

Setiap kemasan pestisida terdapat anjuran dosis pakai, contohnya 1 liter/ha atau konsentrasi contohnya 2 ml/liter. Perbedaannya terdapat pada satuannya, dosis satuannya adalah luasan lahan. Sedangkan konsentrasi satuannya adalah larutan jumlah zat terlarut dalam larutan.

Aplikasi pestisida harus tepat dosis karena dapat menyebabkan hama resistensi/kebal jika dosis terlalu tinggi. Selain itu, tanaman dapat mengalami keringan atau mati karena sifat toxic racun dari pestisida tersebut. Nah, jika penggunaannya terlalu sedikit dapat menyebabkan OPT yang dikendalikan tidak teratasi.

6. Tepat Cara

tepat aplikasi pestisidaDua hal yang harus di perhatikan saat menggunakan pestisida:

  • Cara Pencampuran: penggunaan pestisida sering kali lebih dari satu jenis. Hal ini, dilakukan petani untuk menghemat biaya, tenaga dan waktu. Sehingga dalam satu kali aplikasi bisa 4-6 jenis pestisida yang digunakan. Apakah hal ini perbolehkan? boleh, jika pencampurannya tepat. Urutan pencampuran yang tepat adalah pertama siapkan 1/3 air dalam ember, kedua masukkan pestisida yang berbentuk tepung (WP), aduk sampai rata. ketiga yang berbentuk putih susu (SC), aduk lagi sampai rata. Kemudian keempat yang berbentuk minyak atau seperi kecap (EC). Kelima nutrisi atau pupuk cair, dan terakhir perekat. [WP>SC>EC>Nutrisi>Perekat].
  • Cara Penyemprotan: Penggunaan nozel semprot yang di sarankan adalah yang hasil semprotnya kabut atau mengabut. Tujuannya agar pestisida dapat terserap sempurna oleh tanaman dan hasil semprot merata.

7. Tepat Harga

Setelah enam tepat diatas, kita harus memperhitungkan biaya atau harga pestisida yang kita gunakan. Jangan sampai biaya pengendalian atau pengeluaran lebih besar dari modal. Karena tujuan akhir dari proses budidaya tentunya adalah keuntungan.

Nah, demikian penjelasan tentang 7 tepat aplikasi pestisida versi sarjana tani. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Jika ada yang kurang jelas silahkan tulis di kolom komentar. Jika menurut kamu tulisan ini dapat bermanfaat maka jangan lupa bagikan.

Terima kasih 🙂

baca juga: Cara Menanam Vanili Agar Cepat Berbunga dan Berbuah Lebat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *