May 27, 2020
pupuk bersubsidi

Mengenal Pupuk Bersubsidi | Apa Dan Siapa Yang Berhak?

Pupuk Bersubsidi – Pupuk adalah bahan tambahan yang dapat mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan oleh tanaman. Tujuan pemupukan adalah supaya tanaman mampu tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang optimal. Pupuk terdiri dari beberapa macam contohnya, berdasarkan material ada 2 macam yaitu pupuk organik dan anorganik.

Pupuk organik adalah pupuk yang semua bahannya berasal dari makhluk hidup yang dapat menyuburkan tanah. Contohnya kotoran hewan, sisa tanaman, limbah dapur dan lain-lain. Sedangkan, pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan menggunakan bahan bahan kimia tertentu. Sehingga kandungan dalam pupuk anorganik dapat ditentukan. Misalnya, SP-36 kandungan fosfatnya 36% atau Urea kandungan Nitrogen 46%.

Pupuk sangat diperlukan oleh petani, sehingga pemerintah Indonesia menyediakan pupuk bersubsidi untuk petani. Hal ini dilakukan, agar petani mendapatkan hasil dan keuntungan yang optimal dengan modal yang minimum. Harga pupuk ini sangat murah dan berbeda jauh dengan harga non-subsidi.

Harga urea non-subsidi sekitar Rp250.000 per 50 kg, SP-36 non-subsidi sekitar Rp250.000 per 50 kg. Sedangkan, harga pupuk bersubsidi sangat dikontrol oleh pemerintah contohnya Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk urea yaitu Rp1.800/kg, SP-36 Rp2.000/kg. Sehingga, 50 kg urea bersubsidi adalah Rp90.000 dan 50 kg SP-36 bersubsidi adalah Rp100.000.

Nah, sangat beda jauh kan perbedaan harganya. Sehingga tidak sedikit orang yang menyalah gunakan kesempatan ini. Karena hal itulah, kementerian pertanian merilis siapa yang berhak mendapatkan pupuk ini dan alur cara mendapatkannya

Berikut Yang Berhak Mendapatkan Pupuk Bersubsidi

pupuk bersubsidi
foto/instagram.com/petrokimiagresik_officia

Sesuai perarutan kementerian pertanian no.47/permentan/SR.310/11/2018 berikut kriteria yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi:

  1. Pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang bergabung dalam kelompok tani.
  2. Kelompok tani telah menyusun Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK).
  3. Memiliki luas lahan maksimal 2 hektar/musim tanam atau maksimal 1 hektar/musim tanam untuk petambak.
  4. Sektor tanaman pangan, perkebunan, hortikultura atau peternakan.

Apa itu RDKK? Menurut pupuk PT Pupuk Indonesia Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok adalah rencana kebutuhan pupuk bersubsidi untuk satu tahun yang disusun oleh kelompok tani berdasarkan luas areal usaha tani dengan rekomendasi pemupukan berimbang dan spesifik lokasi sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian.

baca juga: 4 Cara Menanam Porang Di Lahan Terbuka | Mudah dan Menguntungkan

PT Pupuk Indonesia adalah perusahaan dibawah BUMN yang memproduksi pupuk subsidi. Nah ternyata Tidak semua pupuk yang diproduksi bersubsidi loh. Lalu bagaimana cara membedakannya.

Cara membedakan pupuk subsidi dan non-subsidi:

  • Terdapat tulisan PUPUK BERSUBSIDI PEMERINTAH berwarna merah.
  • Terdapat nomor Call Center atau nomor pengaduan berwarna merah
  • Terdapat logo resmi Pupuk Indonesia
  • Terdapat nomor izin edar
  • Terdapat logo SNI

Ciri-ciri ini perlu diketahui untuk menghindari pupuk subsidi palsu. Karena tidak sedikit oknum yang membuat pupuk subsidi palsu. Jika petani mendapatkan pupuk palsu maka dapat menyebabkan gagal panen dan kerugian.

Demikian penjelasan tentang pupuk subsidi dan cara mendapatkannya. Semoga tulisan ini bermanfaat, jangan lupa share supaya lebih banyak orang yang tahu.

Terima kasih

Artikel lain:

Cara Menanam Padi Agar Produksi Tinggi! Ini Tahapannya

Cara Menanam Vanili Agar Cepat Berbunga dan Berbuah Lebat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *