June 1, 2020

Perbanyakan Vegetatif Alami | Ini Keunggulan Dan Kelemahannya

perbanyakan vegetatif alami
kultur jaringan

Perbanyakan vegetatif adalah teknik memperbanyak tanaman dengan menggunakan organ tubuh tanaman tersebut selain menggunakan biji. Tanaman yang diperbanyak dengan cara vegetatif memiliki sifat genetik yang sama persis dengan induknya. Sebelumnya kita sudah membahas macam-macam perbanyakan secara vegetatif buatan. Nah, pada kesempatan ini kita akan membahas perbanyakan vegetatif alami.

2 Macam Perbanyakan Vegetatif:

  • Perbanyakan vegetatif alami adalah perbanyakan yang memanfaatkan bahan tanam dari organ tubuh tanaman tersebut. Dan dapat terjadi tanpa adanya campur tangan dari manusia. Bagian tanaman tersebut merupakan hasil pertumbuhan alami dan sifat keturunan dari perbanyakan vegetatif alami pasti sama dengan induknya. Contohnya tanaman pisang, bambu, umbi-umbian dan cocor bebek.
  • Perbanyakan vegetatif buatan adalah perbanyakan yang terjadi karena adanya campur tangan dari manusia. Pada tanaman buah tujuan perbanyakan vegetatif buatan adalah untuk mendapatkan tanaman yang cepat berbuah contohnya cangkok. Selain itu, juga untuk mendapatkan jumlah anakan yang banyak dan seragam dalam waktu yang singkat. Contohnya kultur jaringan atau tissue culture, stek, dan okulasi.

Keunggulan dan Kelemahan Perbanyakan Vegetatif Alami

perbanyakan vegetatif alami
anakan pisang

Setiap teknik memperbanyak tanaman pasti memiliki keunggulan dan kelemahan. Nah, berikut ini keuntungan dan kelemahan perbanyakan tanaman vegetatif alami.

Keunggulan:

  • Mudah untuk diperbanyak
  • Sifat genetik sama persis dengan induknya
  • Membutuhkan waktu yang relatif singkat untuk diperbanyak
  • Pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan biji

Kelemahan:

  • Resiko infeksi penyakit tanaman menyebar ke anakan sangat tinggi
  • Masa simpan anakan sangat singkat dan disarankan untuk langsung di tanam
  • Mekanisme saat penanaman tidak praktis karena ukuran anakan yang volumnis

Selanjutnya, terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan anakan. Faktor ini cenderung berasal dari luar atau lingkungan, diantaranya yaitu:

  1. Suhu: Bahan tanam dari perbanyakan vegetatif alami dapat berupa tunas contohnya pisang. Saat pertama kali tanam bibit ini membutuhkan suhu yang optimal untuk tumbuh. Suhu yang terlalu panas dapat menyebabkan bahan tanam ini kering dan mati.
  2. Kelembaban: Selain suhu, kelembaban juga sangat mempengaruhi fase awal pertumbuhan bahan tanam. Kelembaban yang tinggi sangat baik untuk fase awal tanam karena dapan menekan penguapan.
  3. Cahaya: Bibit pada fase awal tanam tidak membutuhkan banyak cahaya. Hal ini karena tanaman belum tumbuh sempurna dan masih dalam proses adaptasi.
  4. Organisme Pengganggu Tanaman (OPT): Bibit atau bahan tanam sangat rentan terhadap serangan OPT. Sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan dengan melakukan sanitasi dan upaya preventif lainnya. Jika diperlukan gunakan jaring atau pelindung bibit dari hama.

Sekian penjelasan tentang perbanyakan vegetatif alami tanaman. Untuk penjelasan perbanayakan buatan kamu dapat membacanya disini. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Jangan sungkan tinggalkan komentar dibawah. Share jika menurut kamu tulisan ini bermanfaat.

Terima kasih…!! 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *