March 31, 2020
perbanyakan vegetatif alami

6 Macam Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif I Versi Sarjana Tani

Teknik Perbanyakan tanaman secara vegetatif adalah salah salah satu teknik memperbanyak tanaman dengan memanfaatkan bagian dari tanaman tersebut. Contohnya batang, daun, akar, umbi, dan tunas untuk ditumbuhkan pada suatu media sehingga dapat tumbuh menjadi tanaman sejati. Tanaman sejati adalah tanaman yang memiliki akar, batang, daun dan dapat tumbuh dengan normal.

Bagian tanaman yang digunakan untuk perbanyakan secara vegetatif disebut bibit. Berbeda dengan perbanyakan tanaman secara generatif yang memanfaatkan biji (benih). Nah, setiap teknik budidaya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Berikut adalah keunggulan teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif:

  1. Dapat memperbanyak tanaman dalam jumlah yang besar dan seragam, cocok untuk kamu yang ingin usaha jual beli bibit tanaman.
  2. Masa juvenil tanaman relatif singkat (cepat bereproduksi) sangat menguntungkan khususnya tanaman buah-buahan.
  3. Memiliki sifat genetik yang sama persis dengan induknya. Contohnya, jika kamu punya pohon alpukat mentega unggul dan kamu ingin memperbanyak pohon tersebut maka jangan gunakan bijinya, Tapi gunakan teknik perbanyakan secara vegetatif.
  4. Menjadi solusi untuk tanaman yang tidak memiliki biji, atau tanaman yang membutuhkan waktu yang panjang untuk menghasilkan biji.

Berikut adalah kelemahannya:

  1. Perakaran kurang kuat, karena tidak memiliki akar tunggang. Akar tunggang adalah akar utama yang berfungsi sebagai penyangga tubuh tanaman. Umumnya dimiliki oleh tanaman yang diperbanyak dengan menggunakan biji.
  2. Waktu yang dibutuhkan relatif lebih lama
  3.  Membutuhkan ketelitian, keuletan dan kesabaran yang ekstra

Macam-Macam Teknik Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif

cara mencangkok tanaman
sumbe: tokopedia.com

Perbanyakan tanaman secara vegetatif sangat berkembang pesat. Banyak jenis dan teknologi yang mulai diterapkan agar perbanyakan tanaman secara vegetatif menjadi lebih efektif dan efisien.

Nah, sekarang kita mulai dari contoh yang paling sederhana. Kamu pasti tahu kan tanaman singkong yang dapat di stek. Tanaman jambu kristal atau mangga yang sering di cangkok. Oke, langsung saja kita bahas satu per satu:

Baca juga: 9 Hama Tanaman Padi dan Cara Ampuh Untuk Mengendalikannya

1. Stek

Perbanyakan tanaman dengan teknik ini paling mudah diterapkan terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. Kamu pernah dengar lirik tongkat dan batu jadi tanaman. Nah, kata tongkat itu dapat mewakili batang singkong yang ditancapkan ke tanah.

Dengan demikian, stek adalah menaman salah satu bagian dari tanaman contohnya batang, daun, dan akar. Teknik ini sangat sering digunakan terutama oleh petani singkong contohnya di wilayah Lampung. Hal ini karena, stek sangat mudah dan praktis untuk diterapkan. Berikan contoh tanaman yang dapat di perbanyak dengan stek daun? (kuis)

2. Cangkok

Cangkok adalah teknik menumbuhkan akar pada cabang batang tanaman yang kemudian akan di potong dari batang utama. Penumbuhan akar pada cabang batang utama ini menggunakan media tanah yang kemudia dibungkus sabut kelapa atau plastik.

Teknik ini sering digunakan terutama pada tanaman buah-buahan. Hal ini karena tanaman buah memiliki rentan waktu muda yang relatif panjang. Sehingga kalian harus sabar menunggu pohon tersebut berbuah. Nah, teknik cangkok ini akan mempercepat masa muda tanaman sehingga akan cepat berbuah.

3. Tunas

Tunas adalah teknik perbanayakan tanaman dengan memanfaatkan tunas/anakan yang tumbuh secara alami disekitar induk tanaman. Anakan yang sudah besar dapat dipindahkan ke tempat yang baru untuk mengurangi kepadatan populasi disekitar tanaman utama. Contoh tanaman yang dapat diperbanyak dengan memanfaatkan tunasnya dalah pisang.

4. Grafting/Sambung

Teknik sambung adalah cara yang digunakan untuk menggabungkan dua tanaman sejenis yang berbeda varietas/klon. Dalam teknik ini terdapat batang atas dan batang bawah. Tujuan dari teknik ini adalah utuk mendapatkan tanaman baru yang memiliki sifat unggul. Misalnya, batang bawah memiliki sifat unggul perakaran kuat dan tahan penyakit.

Sedangkan batang atas memiliki sifat unggul produksi tinggi dan tahan hama. Apabila kedua tanaman ini disatukan dengan teknik grafting maka akan diperoleh tanaman yang memiliki sifat unggul dari kombinasi tersebut. Contoh tanaman yang sering kali diperbanyak dengan teknik ini adalah kopi, jambu kristal, dan lain-lain.

5. Okulasi

Okulasi adalah teknik penggabungan dua tanaman sejenis dengan menyelipkan mata tunas pada batang tanaman utama. Teknik ini membutuhkan ketelitian dan ketepatan yang akurat.

Karena, peletakan mata tunas yang akan diselipkan pada batang utama harus tepat. Hal ini agar kulit antar kedua tanaman tersebut cepat menyatu. Sehingga tunas yang diselipkan pada batang induk cepat tumbuh dan berkembang

6. Kultur Jaringan

perbanyakan tanamanKultur jaringan tanaman (tisue culture plant) adalah teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif yang berdasar pada teori totipotensi sel. Teori totipotensi adalah kemampuan setiap sel untuk membelah diri dan berkembang menjadi tanaman sejati pada lingkungan yang optimal.

Kultur jaringan biasa disebut juga kultur in vitro. Jarigan dan organ tanaman yang ditumbuhkan dengan teknik kultur jaringan menggunakan ruang aseptik, media tanam aseptik dan bekerja secara aseptik. Hal ini karena semua faktor dalam teknik ini direkaya sedemikian rupa agar tanaman mampu tumbuh dan berkembang.

BACA: 5 Cara Menanam Hidroponik Yang Baik Dan Benar

Sumber yang dapat digunakan untuk sumber eksplan kultur jaringan yaitu daun, batang, embrio, akar dan lainnya. Teknik ini membutuhkan peralatan yang canggih dan tuang kerja khusus atau laboratorium serta petugas yang terlatih. Sehingga tidak banyak yang dapat melakukan perbanyakan tanaman dengan teknik ini.

Saat ini teknik kultur jaringan banyak diterapkan di perusahaan pertanian yang memiliki kapasitas produksi tinggi. Contoh perusahaan gula yang memperbanyak bibit tebu. Perusahaan buah segar contohnya pisang cavendish, nanas. perusahaan kelapa sawit dan lainnya.

Demikian, penjelasan tentang teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif. Sudah kita bahas juga beberapa macam teknik perbanyakan tanacaman secara vegetatf dan contohnya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat. Matur suwum lur!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *