3 Komoditas Perkebunan Asal Indonesia Ini Berhasil Memikat Dunia

Komoditas Perkebunan – Perkebunan adalah salah satu sektor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Dikutip dari Kementerian Pertanian, kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 34% atau senilai Rp429,68 triliun. Sektor perkebunan ini menyumbang PDB yang lebih besar dibandingkan dengan kontribusi minyak dan gas (migas) terhadap PDB nasional. Hal ini karena PDB migas hanya mencapai Rp369,35 triliun.

Perkebunan di Indonesia tidak semuanya dimiliki oleh pemerintah loh. Hanya sebagian kecil yang di kelola oleh pemerintah. PTPN adalah contoh perusahaan yang bergerak dalam perkebunan dan langsung di bawah naungan pemerintah melalui Kementerian BUMN. Lalu, perkebunan di Indonesia dikuasai oleh siapa? Sekitar 70% perkebunan Indonesia adalah perkebunan rakyat.

Komoditas apa saja yang dihasilkan oleh perkebunan Indonesia? Terdapat 7 komoditas unggulan dan menjadi komoditas ekspor loh. 7 komoditas perkebunan tersebut adalah:

  • Pala
  • Kopi
  • Vanili
  • Kakao
  • Jambu Mete
  • Kelapa
  • Lada

7 komoditas ini menjadi target Kementerian Pertanian untuk dapat mencapai volume ekspor yang lebih besar. Sehingga dapat menyumbang nilai yang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga tidak heran jika 7 komoditas ini di masukkan dalam program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) oleh Kementerian Pertanian.

Bahkan, Menteri Pertanian saat ini Bapak Syahrul Yasin Limpo telah meminta setiap dinas perkebunan daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan KUR-nya masing-masing. Dan segera dilaporkan atau disampaikan pada Kementerian Pertanian (Kementan) agar dapat di konkritkan. Tujuannya supaya target ekspor 7 komoditas tersebut dapat benar-benar tercapai.

3 Komoditas Perkebunan Bernilai Tinggi

Menurut Pak Yasin juga nih, bahwa Pala adalah salah satu tanaman perkebunan yang memiliki nilai jual tinggi. Nilai jual pala ini sudah terbukti sejak masa lampau loh. Ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa banyak negara ingin menjajah Nusantara pada masa itu. Nah, pada masa Hindia Belanda pala adalah komoditas besar dunia yang di produksi di nusantara. Ada apa lagi selain pala? kuy kita cek satu per-satu:

1. Pala

komoditas perkebunan
biji pala kering

Karena pala memiliki nilai ekonomi yang tinggi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang berdiri sejak 1974 telah berhasil mengembangkan pala unggul yaitu varietas Tidore 1. Berikut ini profil pala varietas TIdore 1.

Pala Varietas Tidore 1

Ciri-ciri pala varietas Tidore 1 adalah warna kulit buah merah kecokelatan, warna daging buah yaitu kuning muda, dan rasa agak asam. Tangkal buah besar dan kokoh serta karakter buah yang tebal. Varietas ini tumbuh optimal pada lahan dengan ketinggian  150-700 meter diatas permukaan laut (mdpl).

Keunggulan Pala Tidore 1:

  • Umur tanaman lebih lama yaitu dapat mencapai 28 tahun.
  • Produktivitas tinggi yaitu dapat mencapai 7.500 butir/pohon dalam satu tahun.
  • Kadar minyak atsiri fuli yang tinggi yaitu dapat mencapai 13,9%.
  • Kadar minyak atsiri biji tua dapat mencapai 3,78%
  • Tahan terhadap hama penggerek.
  • Tahan terhadap penyakit busuk buah.

2. Kopi

komoditas perkebunan
kopi

Selain pala, Kopi yang berasal dari negara kita juga ternyata sangat diminati oleh dunia loh. Salah satu kopi yang baru saja menyabet penghargaan bergengsi adalah Kopi Gunung Halu. Kopi ini dari gabungan kelompok tani (gapoktan) Preanger Specialty dari Kabupaten Bandung Barat. Kopi Gunung Halu berhasil mendapatkan penghargaan dari AVPA Paris, Prancis. Gapoktan Preanger Specialty berhasil mengembangkan kopi organik yang memiliki cita rasa khusus sehingga mendapatkan penghargaan untuk kedua kalinya.

Baca Juga: 4 Cara Menanam Porang Di Lahan Terbuka | Mudah dan Menguntungkan

Nah selain kopi Gunung Halu, kopi-kopi dari negara kita ternyata sangat memikat dunia loh. Hal ini kembali terbukti pada bulan Oktober 2019 lalu saat Kementan berhasil melepas ekspor kopi Amstirdam dari petani di Kabupaten Malam, Jawa Timur. Kopi jenis Robusta ini di ekspor untuk pertama kali ke Benua Australia.

Kedua jenis kopi di atas menggambarkan bahwa negara kita sangat kaya. Masih banyak kopi lainnya yang juga sudah sering di ekspor ke luar negeri. Contohnya kopi arabika dari Aceh, Toraja, dan Bali atau kopi robusta dari Lampung, Sumatra Utara, dan Papua.

3. Vanili

komoditas perkebunan
sumber foto: instagram/vanili_indonesia

Vanili adalah bahan baku utama pembuat bubuk Vanila. Rasa Vanila yang harum dan khas membuat banyak orang di dunia ini menyukainya. Oh ya, sebelumnya kita sudah membahas cara menanam vanili agar cepat beruah. Potensi bisnis vanili ini masih sangat besar dan menjanjikan. Pemerintah Indonesia ekspor vanili ke berbagai negara di dunia. Pada bulan Maret 2019 Indonesia berhasil mengekspor vanili ke Amerika Serikat, Eropa dan negara-negara di benua Asia.

Ekspor vanili pada bulan maret lalu itu dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Volume ekspor vanili yaitu lima ton dengan nilai ekspor mencapai Rp26,8 miliar. Lalu, dimana sentral vanili? Sentra vanili di daerah DIY berada di Bukit Menoreh, Kulon Progo. Sedangkan, di daerah Jawa Tengah yaitu Temanggung, Wonosobo.

Demikian, penjelasan 3 komoditas perkebunan asal Indonesia yang berhasil memikat dunia. Semoga di lain kesempatan sarjanatani.com dapat menyampaikan penjelasan 4 komoditas lainnya. Matur suwun sedulur sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat…

Sampai jumpa..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *