iklan coffe

Hama Putih Palsu (Cnaphalocrosis medinalis) Dan Pengendaliannya

Hama Putih Palsu dan Pengendaliannya – HPP atau sering disebut hama pelipat daun padi dapat menyebabkan kerusakan pada daun. Daun yang terserang hama putih palsu (HPP) akan menggulung dan dimakan dari dalam oleh larva/ulat HPP. Setelah daun padi habis dimakan ulat, maka akan tersisa daun yang putih dan kering. Gejala yang timbul inilah yang membuat serangan hama ini disebut hama putih palsu.

Hama putih palsu memiliki nama latin (Cnaphalocrosis medinalis) dan bukan merupakan hama utama tanaman padi. Tapi, serangan hama ini tetap berpotensi merugikan petani. Hama putih palsu dapat menyerang tanaman padi pada tahap awal tanam (vegetatif) yaitu mulai 15 hari setelah tanam dan tahap generatif. Serangan hama pelipat daun pada fase vegetatif lebih berpotensi merugikan dibandingkan dengan fase generatif.

Siklus hidup hama putih palsu biasanya berlangsung singkat yaitu 30-60 hari. Pembersihan rumput pada galengan padi menjadi pencegahan awal karena biasanya menjadi ekologi hama putih palsu.

Gejala serangan hama putih palsu:

  • Terdapat daun yang menggulung dan nampak garis putih pada bagian tengah daun.
  • Serangan berat menyebabkan banyak daun berwarna putih pada hamparan sawah seperti terbakar.
  • Pertumbuhan padi terhambat terutama serangan pada fase vegetatif.

Hama Putih Palsu dan Pengendaliannya

hama putih palsu dan pengendaliannya
gejala hama putih palsu

Untuk menghindari kerugian akibat serangan hama putih palsu, maka perlu dilakukan pengendalian. Nahm berikut ini cara mengatasinya:

  1. Pencegahan: lakukan pembersihan galengan dan hindari penggunaan pupuk N (urea) yang berlebih. Biasanya serangan akan semakin meningkat pada tanaman dengan pupuk N yang tinggi. Sebaiknya, lakukan pemupukan yang seimbang antara N, P dan K.
  2. Pengendalian secara alami: penggunaan musuh alami menjadi salah satu teknik pengendalian yang sangat ramah lingkungan. Menjaga keseimbangan alam seperti tidak membutuh predator HPP menjadi kunci kebehasilan pengendalian alami.
  3. Pengendalian biologis:  penggunaan mikroorganisme seperti parasit Melcha maculiceps yang dapat membunuh ualat HPP. Teknologi biologis mulai dilirik petani dan masih dalam taham pengembangan.
  4. Pengendalian Kimia: petani biasanya menyebut pengendalian ini dengan obat hama putih palsu. Sebenarnya penggunaan pestisida bukan obat melainkan racun hama. Jika dibutuhkan penggunaan insektisida berbahan aktif pifronil, dimehipo dan menjadi racun hama ini.

Baca juga: 

Mengenal Hama Jambu Air Dan Pengendaliannya

Demikian penjelasan singkat tentang hama putih palsu dan pengendaliannya. Pencegahan dan pengendalian secara alami adalah langkah yang sangat mudah untuk dilakukan petani.

Semoga bermanfaat..

Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *