Hama Dan Penyakit Tanaman Porang

Budidaya tanaman porang saat ini sedang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Indonesia. Keuntungan budidaya porang masih sangat menjanjikan dan potensi ekspor masih sangat besar. Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas cara menanam porang. Nah, pada kesempatan ini kita akan membahas hama dan penyakit tanaman porang.

Porang merupakan tanaman yang terbilang mudah untuk dibudidayakan. Harga porang cenderung naik meskipun sesekali mengalami penurunan. Meskipun harga naik, permintaan porang tetap tinggi. Hal karena, manfaat porang yang sangat berguna dalam segala bidang kehidupan.

Porang dapat dibudidayakan atau ditanam pada lahan terbuka atau tumpang sari dengan tanaman lainnya. Porang tanaman yang cukup tahan terhadap naungan hingga 60%. Namun, hasil yang ditanam pada lahan terbuka tentunya akan lebih tinggi dan berkualitas. Karena porang dilahan terbuka memiliki kandungan air yang lebih sedikit.

Kendala utama dalam budidaya porang yang sering dihadapi petani adalah hama dan penyakit porang. Upaya preventif atau pencegahan lebih dianjurkan untuk mencegah terjadinya kerugian.

Berikut Hama Dan Penyakit Tanaman Porang

hama dan penyakit porang
sumber: instagram.com/petaniporang

1. Hama Porang

Hama adalah organisme yang dapat merusak atau menyebabkan kerugian dalam proses budidaya tanaman. Hama Terdiri dari dua jenis yaitu dari golongan fauna seperti tikus, serangga, babi dan lainnya. Sedangkan, golongan flora yaitu gulma atau biasa disebut petani rumput. Hama keberadaannya tidak diharapkan oleh petani porang karena dapat menyebabkan kerugian.

hama yang menyerang tanaman porang diantaranya yaitu:

  • Belalang: Tidak semua belalang menjadi hama porang, karena terdapat belalang sebagai musuh alami contohnya belalang sembah. Belalang yang menjadi hama porang biasanya memakan bagian daun porang sehingga daun berlubang. Semakin banyak bagian daun yang hilang akan menyabkan fotosintesis terganggu. Sehingga porang tidak tumbuh optimal.
  • Ulat makasar orketti: Ulat ini menyerang bagian daun porang, ulat ini akan memakan daun porang dan merusak tanaman.
  • Ulat umbi araechenes: Ulat ini menyerang bagian umbi dengan cara memakan umbi porang. Dapat menyebabkan berkurangnya bobot porang dan menurunnya kualitas umbi porang kering.
  • Nematoda: Nematoda adalah golongan cacing yang ukurannya lebih kecil dari caing pada umumnya. Nematoda hidup dan berkembangbiak didalam tanah. Nematoda menyerang bagian akar dan umbi porang dan dapat menyebabkan umbi membusuk.

2. Penyakit Tanaman Porang

Secara umum penyakit tanaman porang disebabkan oleh golongan cendawan atau jamur dan golongan bakteri. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri cenderung berlendir dan busuk. Contohnya penyakit busuk batang semu. Sedangkan penyakit yang diakibatkan oleh fungi cenderung tidak berlendir, tapi terdapat hifa atau miselium yang berkembangbiak di bagian tanaman tersebut. Contohnya layu daun akibat Sclerotium sp., Rhyzoctonia sp. dan Cercospora sp.

Baca Juga:

9 Hama Tanaman Padi dan Cara Ampuh Untuk Mengendalikannya

7 Tepat Aplikasi Pestisida Dan Cara Menggunakannya

3. Pencegahan dan Pengendalian

Pencegahan hama dan penyakit tanaman porang dapat dilakukan dengan melakukan perawatan yang baik. Misalnya pemupukan yang tepat waktu dan tepat dosis. Hal ini dapat membuat tanaman tumbuh lebih sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

Penyiangan gulma atau rumput di sekitar tanaman porang. Tumbuhan ini selain dapat menjadi kompetitor tanaman juga dapat menjadi sumber inang penyakit. Dan sering kali gulma menjadi rumah hama tanaman porang.

Penggunaan pestisida, misalnya insektisida untuk hama golongan ulat atau serangga. Pengendalian nematoda biasanya petani menggunakan Karbofuran. Sedangkan fungisida dan bakterisida untuk penyakit akibat fungi dan bakteri. Pengendalian menggunakan pestisida adalah langkah terakhir jika sudah memang benar-benar diperlukan.

Demikian, penjelasan hama dan penyakit tanaman porang. Jangan lupa baca artikel lainnya..

Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *