March 28, 2020
cara menanam vanili

6 Cara Menanam Vanili Agar Cepat Berbunga

Vanili adalah tanaman yang memiliki nama latin Vanilia planifola. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan cara generatif atau vegetatif. Namun, sering kali diperbanyak dengan cara vegetatif yaitu stek karena mudah dan peluang berhasil tinggi. Saat ini cara menanam vanili sangat beragam dan inovatif.

Vanili tidak hanya di budidayakan di ladang secara tumpang sari. Saat ini menanam vanili dapat dilakukan di dalam pot, atau secara hidroponik. Selain itu, tanaman ini juga tidak membutuhkan lahan yang luas. Sehingga tidak sedikit pebisnis vanili yang hanya memanfaatkan pekarangan rumah.

Tanaman ini tumbuh dan berkembang optimal pada daerah tropis. Ketinggian tempat yaitu 300-900 mdpl dan kelembaban udara 60-80%.  Selain itu, tanah harus gembur dan kisaran pH 5,5-6,5.

Vanili atau fanili sering digunakan sebagai bumbu masakan, bahan dasar kue atau minuman. Dalam kehidupan sehari-hari vanili menghasilkan rasa vanila. Salah satu rasa yang banyak digemari dan memiliki aroma dan rasa yang khas.Hal inilah yang membuat harga vanili cukup fantastis di pasar global. Harga vanili kering berkualitas saat ini mencapai angka 5 juta rupiah per kilogram.

Proses dihasilkannya vanili cukup panjang. Tanaman ini menghasilkan buah yang berbentuk seperti polong berwarna hijau. Saat buah sudah tua, buah vanili di panen dan di proses sampai menjadi vanili kering. Secara umum, proses ini dilakukan pada tingkat petani. Kemudian, proses pembuatan bubuk vanila dari vanili kering dilakukan pada tingkat factory.

6 Cara Menanam Vanili Agar Cepat Berbunga

cara menanam vanili
sumber: instagram/vanili_indonesia

Kandungan dalam buah ini sangat banyak dan bermanfaat contohnya zat vanilin dapat mengurangi kadar kolesterol, berfungsi sebagai anti oksidan untuk mencegah kanker, memiliki sifat anti bakteri, kaya akan kandungan serat, mineral dan vitamin. Oke langsung saja berikut adalah cara menanam vanili agar cepat berbunga dan berbuah:

1. Persiapan Lahan

Media tanam vanili harus gembur dan subur. Gunakan campuran pupuk kandang, abu sekam, cocopeat, arang dan sedikit tanah. Dalam budidaya vanili penggunaan tanah di minimalisir untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau cendawan. Tanaman vanili membutuhkan tempat merambat atau panjatan. Panjatan vanili terdiri dari dua macam yaitu:

  • Panjatan alami adalah tanaman yang dapat menjadi panjatan dan pelindung tanaman vanili. Biasanya tanaman yang memiliki daun tidak terlalu rindang. Sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Contohnya: kayu sengon, lamtoro, dan dadap.
  • Panjatan Buatan adalah panjatan yang sengaja dibuat untuk menunjang pertumbuhan tanaman vanili. Berbentuk vertikal dengan tinggi 1,5-2 meter dan terbuat dari bambu, kayu, atau kawat. Kemudian, di buat dan di susun sesuai dengan jarak tanam vanili yaitu 1m x 1,5m atau 1,5m x 1,5m.

2. Persiapan Bibit

Bibit vanili dapat diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif. Perbanyakan generatif menggunakan benih atau biji, sedangkan cara vegetatif yaitu dengan menggunakan bagian dari tanaman. Perbanyakan bibit ini sangat mudah dilakukan yaitu dengan memilih tanaman unggul. Kemudian, dipotong dengan panjang 30-60 cm dan jumlah ruas 3-5 ruas.

Selanjuntya, ditanam pada polybag kecil dan siapkan paranet atau jerami untuk menaungi bibit agar bibit tidak layu dan kekeringan. Proses perawatan bibit harus dilakukan dengan baik contohnya penyiraman, pemupukan, dan pembersihan gulma harus dilakukan secara teratur. Bibit dapat di pindah tanam saat berumur sekitar 3-5 bulan.

3. Penanaman Vanili

Proses penanaman dilakukan dengan posisi menyerupai hurup L. Bagian vertikal tanaman di ikat pada tiang dan bagian horizontal ditanam peralahan pada media tanam. Media tanam dominan akan kandungan cocopeat. Hal ini karena cocopeat dapat membuat media menjadi gembur dan memiliki kemampuan daya serap air yang tinggi.

Sebelum penanaman dilakukan, terlebih dahulu kamu harus menyiapkan lubang tanam disekitar tiang panjatan. Lebar dan dalamnya lubang tanam disesuaikan dengan besar polybag yang digunakan saat pembibitan. Dalam satu tiang panjatan dapat ditanam 2-3 bibit vanili.

4. Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman vanili cukup mudah untuk dilakukan yaitu diantaranya:

Penyiraman: lakukan penyiraman dengan rutin dan teratur dengan jumlah air yang cukup. Jangan sampai terlalu basah. Karena, dapat menyebabkan busuk akar dan pangkal batang.

Pemangkasan: pemotongan ujung tunas ini dilakukan jika tunas yang tumbuh terlalu banyak. Pemangkasan bertujuan agar nutrisi tidak habis untuk pertumbuhan vegetatif. Tapi dapat juga difokuskan untuk proses generatif yaitu fase pembungaan dan pembuahan.

Pemupukan: pupuk yang digunakan yaitu pupuk organik atau pupuk organik cair. Tanaman ini sedikit sekali menggunakan pupuk anorganik dan hampir tidak menggunakan pupuk anorganik.

Pupuk organik yang digunakan contohnya pupuk kandang atau pupuk kompos. Pupuk yang diberikan harus sudah matang dan tidak panas. Karena, proses pemberian pupuk diberikan pada sekitar batang vanili.

Penyemprotan: penyemprotan yang dilakukan bertujuan untuk pengendalian penyakit yang diakibatkan oleh jamur atau bakteri. Sebelum melakukan penyemprotan lakukan pengamatan terlebih dahulu. Apakah terdapat gejala serangan atau tidak.

Pembersihan gulma: gulma disekitar vanili harus dibersihkan agar tidak menghambat pertumbuhan vanili. Pengendalian gulma dapat dilakukan manual dengan alat koret sederhana atau dicabut.

Penggunaan bahan kimia seperti herbisida tidak disarankan. Karena batang vanili cukup sensitif, dan dikhawatirkan mengenai batang vanili. Sehingga menyebabkan batang mati atau membusuk.

5. Penyerbukan Vanili

cara menanam vaniliVanili mulai berbunga  dari 2-3 tahun setelah penanaman. Namun, tanaman ini tidak dapat menyerbuk sendiri. Sehingga perlu dilakukan proses pengawinan agar bunga dapat menjadi buah. Kenapa vanili tidak dapat menyerbuk sindiri?

Tentu saja karena bentuk bunga vanili yang unik, terdapat lidah bunga pada struktur bunga yang menutupi kepala putik. Sehingga proses penyerbukan terhalangi dan diperlukan bantuan manusia atau serangga.

Ciri-ciri bunga yang siap untuk dikawinkan yaitu bagian kelopak dan mahkota bunga sudah mekar. Proses pengawinan dapat dilakukan dengan menggunakan lidi, sebilah bambu atau pinset. Buka bagian yang menutupi kepala putik dengan pinset, lalu ambil tepung pada benang sari dengan lidi atau pinset.

Selanjutnya, tempelkan serbuk sari pada kepala putik. Proses penyerbukan yang berhasil di tandai dengan kelopak bunga yang berguguran setelah 2-3 hari. Proses pengawinan atau penyerbukan ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari.

6. Panen

cara menanam vanili
sumber foto: instagram/vanili_indonesia

Vanili yang siap panen yaitu berumur 7 bulan setelah proses pengawinan. Bentuk vanili yang siap panen yaitu besar dan sudah tua (tidak terlalu muda dan tidak sampai masak). Pemanenan dapat dilakukan dengan memotong buah/polong vanili dengan menggunakan gunting.

Vanili dapat dijual dalam keadaan basah dan kering, harga vanili kering jauh lebih tinggi dibandingkan dengan vanili basah. Harga vanili kering dapat mencapai 5-6 juta rupiah per kilogram. Sedangkan, harga vanili basah  sekitar 700-900 ribu rupiah.

Demikian penjelasan mengenai cara menanam vanili agar cepat berbunga dan berbuah lebat. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi informasi untuk kamu yang akan mencoba budidaya vanili.

Terima kasih..

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *