July 15, 2020
cara menanam porang

4 Cara Menanam Porang Di Lahan Terbuka Untuk Pemula

Cara Menanam PorangHalo sobat apakah kamu tahu apa itu tanaman porang? Nah, kalo belum tahu pas banget nih, kali ini kita akan bahas apa itu tanaman porang? Porang adalah tanaman yang menghasilkan umbi. Sekilas tanaman ini mirip dengan suweg, walur dan iles-iles. Sering kali porang disebut iles-iles loh, padahal kedua tanaman ini berbeda. Manfaat tanaman porang ternyata sangat banyak, diantarnya bahan pangan, lem, bahan baku industri dan bahan kosmetik.

Tanaman porang memiliki nama latin (Amorphophallus muelleri). Tanaman ini dapat tumbuh pada daerah dataran rendah sampai dataran tinggi. Selain itu, porang juga dapat di tanam secara tumpang sari karena porang tahan terhadap naungan. Tapi, porang yang  di tanam pada lahan terbuka cenderung lebih optimal dari pada lahan ternaungi.

Menurut Paidi Porang, kualitas porang di tentukan oleh kadar air pada umbi tersebut. Semakin sedikit kadar air maka semakin mahal harganya. Hal ini karena, umbi porang yang siap untuk di ekspor adalah yang berbentuk chips kering atau tepung. Saat ini harga porang basah berada pada kisaran Rp 9000 – Rp 10.000 per kilogram. Sedangkan harga porang kering yang siap untuk ekspor dapat mencapai Rp 200.000 – Rp 300.000 per kilogram.

Contoh olahan dari porang yaitu tepung, tahu, mie, pasta gigi dan kosmetik lainnya. Porang mengandung glukomanan yang cukup tinggi dan sangat bermanfaat untuk menurunkan kolesterol, menurunkan berat badan, mengatasi diabetes, dan sebagai prebiotik. Karena, kaya akan manfaat inilah porang banyak di minati oleh negara China, Jepang, Amerika, Australia sampai ke negara-negara di Eropa. Tertarik untuk menanam porang? budidaya porang tidak sulit loh, bahkan untuk seorang pemula sekalipun.

Cara Menanam Porang Di Lahan Terbuka

Cara menanam porang
sumber: instagram.com/petaniporang

Tanaman porang dapat di tanam pada lahan yang terdapat naungan sampai 60%. Namun, tanaman ini dapat memberikan hasil dan kualitas yang lebih tinggi apabila di tanam pada lahan terbuka atau tanpa naungan. Nah, berikut cara menanam porang di lahan terbuka:

1. Persiapan Lahan

Siapkan lahan terbuka tanpa naungan pohon dan bersihkan dari gulma. Kemudian, lahan dibajak singkal atau dilakukan penggemburan. Selanjutnya buat guludan dan siapkan lubang tanam dengan jarak 25 x 50 cm atau 25 x 60 cm. Setiap lubang diisi dengan pupuk kompos dan sekam agar pertumbuhan porang optimal. Supaya hasil semakin tinggi budidayakan porang dengan sistem monokultur.

2. Penanaman porang

Penanaman porang dapat dilakukan langsung menggunakan umbi atau katak. Namun, apabila kamu menggunakan biji maka lebih baik di bibitkan terlebih dahulu dalam polybag. Penanaman porang biasanya dilakukan pada awal musim hujan yaitu pada bulan Oktober-Desember.

Wajib tahu: Hama Dan Penyakit Tanaman Porang

Setelah tumbuh dan berumur sekitar 5 bulan (musim satu) tanaman ini akan menguning dan mati dengan sendirinya. Nah, saat itu juga katak pada tangkai daun akan berjatuhan. Bulbil atau katak ini dapat kamu ambil dan jual dengan harga Rp 11.000 – Rp 15.000 per kilogram. Tapi, bisa juga di jadikan bibit untuk di tanam sendiri.

Jadi jangan panik tanaman jika porang mati pada musim kemarau, itu adalah siklus alaminya. Karena, saat memasuki musim kemarau porang akan mengalami dormansi. Dan akan tumbuh kembali saat musim hujan tiba, dengan jumlah anakan yang lebih banyak dan umbi yang semakin besar.

3. Perawatan Tanaman Porang

Perawatan tanaman ini sangat mudah untuk dilakukan. Beberapa perawatan yang harus dilakukan yaitu pembersihan gulma, pembumbunan guludan atau bedengan, pemupukan dan penjarangan.

  • Pembersihan gulma: Karena penanaman porang dilakukan pada awal musim hujan maka akan banyak gulma yang tumbuh disekitar tanaman. Hal ini akan mengganggu pertumbuhan tanaman porang. Sehingga perlu dilkukan penyiangan gulma.
  • Pembumbunan guludan: Lakukan pembumbunan atau peninggian guludan dengan cara menimbun pangkal batang porang dengan tanah yang ada disekitarnya, Hal ini bertujuan agar batang porang tegak dan umbi dapat berkembang dengan cepat.
  • Pemupukan: Pemupukan pertama dilakukan sebelum tanam yaitu pupuk organik kompos yang sudah di fermentasi. Selanjutnya, pemupukan kedua saat tanaman sudah mulai tumbuh. Pupuk yang digunakan yaitu pupuk organik atau pupuk anorganik NPK/TSP. Pada umumnya, budidaya tanaman porang menggunakan sedikit pupuk anorganik.
  • Penjarangan: Proses ini dilakukan jika dalam satu lubang tanam tumbuh terlalu banyak porang. Hal ini, sangat mungkin terjadi karena dalam satu bibit porang dapat tumbuh 3-4 batang porang. Apabila tidak dilakukan penjarangan, dikhawatirkan umbi tidak tumbuh besar.

4.Panen Porang

Tanaman ini dapat dipanen mulai umur 7 bulan setelah tanam, apabila bibit yang ditanam berasal dari umbi. Sedangkan, apabila bibit yang digunakan adalah katak maka dapat dipanen mulai umur 18-24 bulan setelah tanam. Cara panen porang yaitu dengan cara menggali umbi porang seperti panen tanaman umbi-umbian lainnya. Umbi porang dapat dijual dalam bentuk basah atau kering. Usahakan panen porang pada musim kemarau, karena harga umbi porang akan lebih mahal.

Oke cukup sekian penjelasan mengenai cara menanam porang dilahan terbuka, semoga bermanfaat untuk kamu yang akan memulai bisnis porang. Jangan ragu untuk bertanya di kolom komentar jika ada yang kurang jelas.

Terima kasih..

2 thoughts on “4 Cara Menanam Porang Di Lahan Terbuka Untuk Pemula

  1. Assalamualaikum, saya sangat tertarik dengan tanaman porang dan ingin mencoba menanam, dimana bisa pesan bibitnya ? Saya di Aceh utara, apakah di Aceh sudah yang budidaya ? Terimakasih

    1. Waalaikumsalam wr.wb terima kasih Pak Razali sudah mampir di blog kami. Untuk saat ini wilayah Lampung dan Sumatra Selatan sudah ada yang menanam porang. Bibit masih di datangkan langsung dari madiun (kota asal Paidi Porang). Untuk pemesanan bibit saat ini sudah banyak yang jual. bisa melalui website atau langsung menghubungi Pak Paidi Porang..via telepon, facebook atau email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *