March 31, 2020
pepaya california

Cara Menanam Pepaya California Agar Cepat Berbuah

Pepaya california adalah hasil dari pengembangan tim pusat kajian hortikultura Institute Pertanian Bogor (IPB). Nama sebenarnya adalah pepaya calina, tapi karena masyarakat Indonesia senang buah impor maka di populerkan dengan nama pepaya california. Hal ini akhirnya terbukti dan pepaya ini sangat diminati pasar lokal. Selain namanya yang unik, pepaya ini memiliki rasa manis dan tekstur kenyal serta tidak mudah lembek seperti pepaya pada umumnya.

Pepaya memiliki nama latin (Carica papaya L). Buah ini berasal dari wilayah Amerika Tengah dan sekarang sudah tersebar hampir di seluruh dunia. Di Indonesia buah pepaya california sangat diminati oleh masyarakat. Sehingga peluang bisnis dan budidaya pepaya california masih sangat menjanjikan. Di daerah tertentu buah ini terkadang disebut kates california atau kates calina.

Kendala dalam budidaya pepaya adalah hama kutu putih, kutu daun dan penyakit layu yang disebabkan oleh jamur atau bakteri. Selain itu, harga pepaya california cukup fluktuatif dipasaran. Namun, ini semua tidak membuat petani putus asa dan terus berjuang mencari solusinya. Nah, sarjana tani pada kesempatan ini akan berbagi tips agar pepaya calina cepat berbuah.

Cara Menanam Pepaya California Agar Cepat Berbuah

1. Pemilihan Benih Unggul

pepaya california
biji bagian tengah

Untuk pertama kali tanam, sebaiknya gunakan benih unggul kemasan yang berlabel dan memiliki sertifikasi. Ciri-ciri benih pepaya unggul sebagai berikut:

  • Kemasan berbahan alluminium foil, dikemas rapat dan rapih
  • Terdapat Nomor Sertifikasi atau label SNI
  • Terdapat keterangan benih contohnya daya tumbuh, kemurnian, potensi, syarat tumbuh, sampai waktu kadaluarsa benih.

Namun, jika kamu menanam untuk yang kedua, dapat menggunakan buah yang unggul. Dengan cara, ambil bagian biji pepaya california yang terdapat pada bagian tengah.

2. Perlakuan Benih

Benih kemasan yang sudah dibeli dapat langsung diberi perlakuan seperti direndam air hangat yang bertujuan supaya benih cepat tumbuh saat disemai. Atau diberi perlakuan seperti fungisida atau insektisida supaya benih tidak dimakan hama atau mudah terserang penyakit akibat cendawan atau bakteri.

Baca Juga:

Mangga Gedong Gincu ! Primadona Dari Indramayu

7 Cara Mencangkok Tanaman Untuk Pemula! (Panduan Lengkap)

3. Pembibitan

Sebelum ditanam pada lahan yang luas, sebaiknya benih disemai terlebih dahulu pada polybag. Proses ini disebut pembibitan, bertujuan agar tanaman mudah dirawat sampai siap di pindah ke lahan.

Siapkan media pembibitan yang baik yaitu terdiri dari tanah, pupuk organik, kompos, dan sedikit sekam bakar. Tempat pembibitan harus terjangkau dan dekat dari sumber air agar mudah dalam perawatan. Proses pembibitan ini juga bertujuan supaya pepaya yang ditanam tumbuh serempak dan memudahkan saat penyulaman.

4. Persiapan Lahan

Persiapan lahan bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang optimal untuk pepaya agar dapat tumbuh subur dan cepat berbuah. Syarat tumbuh yaitu pada ketinggian 300-800 mdpl, suhu  25-30 derajat C. Curah hujan tahunan 1000-2000 mm/tahun dan pH tanah pada kisaran 5,5-6,5. Buatan bedengan atau guludan dan saluran drainase yang baik. Nah, berikut tahapan persiapan lahan:

  • Pembersihan gulma: bersihkan lahan dari gulma atau sisa tanaman.
  • Penggemburan tanah: lakukan penggemburan tanah dengan kedalaman 20-30 cm.
  • Pembuatan bedengan: buat bedengan dengan lebar 70-100 cm.
  • Pembuatan lubang tanam: buat lubang tanam 50×50 cm dan dalam 25 cm. Campurkan tanah, pupuk kandang, pupuk kompos dan sekam bakar lalu aduk sampai rata.
  • Pembuatan drainase: buat saluran pembuangan air supaya drainase baik.

5. Penanaman Pepaya

Penanaman dilakukan jika bibit sudah siap dan memiliki tinggi 20-30 cm. Meiliki daun dan batang yang kuat serta tidak terkena penyakit. Bibit yang sudah terindikasi penyakit sebaiknya tidak ditanam.

Lakukan penanaman dengan melepas polybag secara perlahan. Selanjutnya, tanam pada lubang yang sudah disiapkan. Lalu, beri ajir berupa sebilah bambu sebagai penanda. Siram bibit yang baru ditanam supaya akar cepat beradaptasi pada lingkungan barunya.

Jarak tanam pepaya calina yaitu 2,5 x 2,5 m atau 2,5 x 2,75 m. Populasi pepaya sekitar 1.200 pohon per hektar. Pepaya. Selalu upayakan agar setiap lubang terdapat tanaman, jika ada tanaman yang mati maka segera lakukan penyulaman.

6. Perawatan Tanaman

pepaya californiaPerawatan tanaman pepaya sangat mudah untuk dilakukan. Berikut ini perawatan tanaman yang harus dilakukan:

  • Penyiraman: Dilakukan dua kali sehari apabila cuaca kemarau atau kering.
  • Pemupukan: Pemberian pupuk berimbang dan terjadwal. Gunakan pupuk anorganik dan organik, serta mengandung unsur hara makro dan mikro. Contohnya urea, KCl, TSP, Phonska Plus dan lain-lain.
  • Pemangkasan: Lakukan pemangkasan tunas air atau tunas kecil pada bagian batang.
  • Penyemprotan: Penyemprotan dilakukan¬† jika dibutuhkan, misalnya terjadi serangan hama atau penyakit tanaman. Contoh kutu putih pada daun atau buah,.
  • Pembersihan gulma: Bersihkan gulma yang tumbuh disekitar batang pepaya.

7. Panen dan Pasca Panen

Pepaya california salah satu pepaya berumur genjah, karena tanaman ini dapat mulai panen pada umur 8 bulan setelah tanam. Nah, setelah panen pertama buah pepaya calina dapat dipanen setiap minggu sampai berumur 3-4 tahun. Sekali panen satu pohon menghasilkan 2-3 buah pepaya calina berukuran sedang.

Kumpulkan buah pada keranjang dan jangan di tumpuk terlalu tinggi. Ini bertujuan agar buah pepaya mulus dan tidak tergores. Selanjutnya, lakukan sortase dan pisahkan buah yang tidak layak jual. Bersihkan buah dengan lap kemudian bungkus menggunakan koran bekas dan susun pada keranjang. Dalam satu keranjang terdapat 15-20 buah tergantung ukuran buah.

Demikian penjelasan tentang cara menanam pepaya california agar cepat berbuah. Semoga bermanfaat, terima kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *