Cara Menanam Padi Yang Baik Dan Benar Untuk Pemula

Cara Menanam Padi – Halo sobat tani !! Apa kabar hari ini? semoga semua dalam keadaan baik ya. Oh iya, sudahkah kamu makan nasi hari ini?… btw, sebelumnya kita sudah bahas hama padi ya, dan hari ini kita bakal bahas cara menanam padi. Tau kan kalo padi itu nanti bakal jadi beras dan berasnya di masak lalu jadilah sepiring nasi.

Padi adalah salah satu tanaman pangan yang menentukan ketahanan pangan negara. Padi akan memalui proses panjang sampai menjadi beras. Di negara kita beras menjadi kebutuhan pokok nomor satu. Selain beras, ada beberapa tanaman pangan lainnya seperti singkong, jagung, dan sorgum.

Padi dapat di tanam dengan menggunakan dua metode yaitu metode basah dan kering. Metode basah yaitu menggunakan air/terendam biasanya di tanam di sawah, atau secara hidroponik. Sedangkan metode kering di tanam pada ladang tanpa genangan air atau disebut padi gogo. Apapun metodenya tetap harus menggunakan benih unggul dan berkualitas.

Secara umum padi terbagi menjadi dua jenis yaitu padi biasa dan padi ketan. Padi biasa akan menghasilkan beras yang sering kita konsumsi contohnya beras putih, beras hitam dan beras merah. Sedangkan padi ketan akan menghasilkan beras ketan. Gimana tertarik untuk menanam padi? sebenarnya cara menanam padi sangat mudah loh, bahkan untuk seorang pemula sekalipun.

9 Cara Menanam Padi Yang Baik Dan Benar

cara menanam padi

Pada kesempatan ini kita akan membahas cara menanam padi di sawah. Semua jenis padi dapat di tanam di sawah baik padi biasa atau ketan. Oke langsung saja, berikut adalah cara menanam padi yang baik dan benar.

1. Persiapan Lahan Sawah

Lakukan pembajakan pada lahan sawah sampai rata dan bersih dari sisa-sisa tanaman sebelumnya. Bersihkan juga rumput yang ada pada pinggir sawah. Karena rumput disekitar sawah dapat menjadi habitat sementara hama padi seperti belalang dan tikus. Nah, ketika padi sudah mulai besar biasanya hama akan merusak tanaman padi kita.

Untuk mempermudah proses pembajakan sawah maka dilakukan pengairan yaitu cukup sedikit saja atau biasa disebut air macak-macak. Tujuannya untuk mempermudah saat proses pembajakan sawah dan penanaman. Air mulai dimasukkan dengan cukup banyak saat penanam padi sudah selesai.

2. Pemilihan Benih Padi

Benih sangat menentukan keberhasilan budidaya padi, sehingga harus menggunakan benih unggul. Benih padi unggul saat ini sangat mudah untuk di dapat terutama di toko pertanian dan harganya cukup terjangkau. Benih unggul atau benih bersertifikat terdiri dari beberapa jenis yang dapat dibedakan berdasarkan warna label.

  • Label Kuning : Benih ini diawasi langsung oleh pemulia tanaman dan sangat jarang ditemukan dipasar. Karena benih ini memiliki sifat kemurnian yang tinggi dan menjadi sumber perbanyakan benih dasar. Benih label kuning disebut juga benih penjenis.
  • Label Putih : Benih ini adalah zuriat dari label kuning atau satu tingkat dibawah label kuning. Biasa disebut benih dasar. Benih label putih dapat ditemukan dipasar dengan harga yang relatif cukup tinggi. Kenggulan jika kamu membeli benih berlabel putih yaitu kamu dapat membudidayakannya 2-3 kali musim tanam.
  • Label Ungu : Benih ini adalah zuriat dari label putih atau satu tingkat dibawah label putih. Biasa disebut benih pokok. Benih ini dapat kamu temukan dengan mudah di pasar dan harga lebih terjangkau daripada benih berlabel putih. Kamu dapat membudidayakannya 1-2 kali musim tanam.
  • Label Biru : Benih ini adalah zuriat dari label ungu atau satu tingkat dibawah label ungu. Harganya lebih murah dibandingkan dengan benih label lainnya. Biasa disebut benih sebar, dan mudah ditemukan dipasaran. Kamu dapat membudidayakannya 1 kali musim tanam.

3. Pembibitan Padi

Benih yang sudah dibeli, harus di bibitkan terlebih dahulu sebelum ditanam ke sawah. Proses pembibitan membutuhkan tempat yang relatif kecil. Kamu dapat menyiapkan satu petak sawah yang sudah dibajak dan diratakan. Kemudian, buat beberapa baris guludan untuk mempermudah perawatan bibit.

Baca juga: 4 Cara Menanam Porang Di Lahan Terbuka Untuk Pemula

Tabur bibit pada setiap baris guludan, kemudian tabur sekam bakar yang sudah berbentuk abu diatasnya. Perhatikan air pada petak pembibitan agar tetap kecil dan mulai ditingkatkan saat bibit sudah tinggi. Petak pembibitan ini sebaiknya di pagar pada sekelilingnya dengan menggunakan plastik transfaran. Supaya terlindungi dari hema tikus atau hewan ternak.

4. Penanaman Padi

cara menanam padiSetelah bibit berumur 20-27 hari, bibit sudah siap untuk di pindah tanam ke sawah. Sebelum penanaman dilakukan, sebaiknya buat garis jarak tanam atau jajar legowo. Dengan jarak tanam 25×25 cm, 30×30 cm, 35×35 cm dan jarak antar legowo 50-80 cm. Banyak tipe legowo yang dapat kamu terapkan diantaranya:

  • Legowo 3:1 yaitu tiga baris tanam dan satu jarak antar legowo.
  • Legowo 4:1 yaitu empat baris tanam dan satu jarak antar legowo.
  • Legowo 8:1 yaitu delapan baris tanam dan satu jarak antar legowo.

Ada banyak tipe legowo dan tiga tipe diatas yang paling sering digunakan oleh petani dan sudah terbukti mampu meningkatkan hasil padi. Cara ini dapat mempermudah saat perawatan tanaman dan mampu mengurangi resiko terjadinya serangan hama dan penyakit.

5. Pembersihan Rumput

Rumput atau gulma menjadi salah satu organisme pengganggu tanaman yang cukup merugikan. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan cara mekanik yaitu dibersihkan langsung dengan tangan atau alat gosrok. Atau dengan cara kimiawi, menggunakan herbisida selektif yang mampu membunuh rumput tapi tidak membunuh tanaman padi.Contoh gulma pada tanaman padi sawah yaitu enceng gondok, teki, gulma daun lebar, rumput, genjer, kiambang dan jawan.

6. Pemupukan

Proses pemupukan tanaman padi biasanya dilakukan tiga kali dalam satu musim, yaitu dari awal tanam sampai panen. Proses pemupukan ini dengan cara ditebar dan pupuk yang digunakan biasanya pupuk tunggal dan majemuk.

  • Pemupukan pertama dilakukan pada umur 10-15 HST. Pupuk yang digunakan yaitu pupuk nitrogen (urea) dengan dosis 150 kg/ha dan pupuk fosfat (TSP) 100 kg/ha. Pemupukan pertama ini bertujuan untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman. Sehingga penggunaan pupuk urea lebih tinggi dibandingkan pupuk TSP.
  • Pemupukan ke dua dilakukan pada umur 25-30 HST. Pupuk yang digunakan yaitu urea 50 kg/ha dan pupuk majemuk NPK (phonska plus) 200 kg/ha atau gunakan pupuk majemuk NPK Mutiara. Kamu dapat menggunakan pupuk dengan merek apapun yang penting kandungannya sama.
  • Pemupukan ke tiga dilakukan pada umur 45-50 HST. Pupuk yang digunakan yaitu phonska plus 200 kg/ha. Pada pemupukan ketiga ini kalian dapat menambahkan pupuk KCl 50 kg/ha.

Selain itu juga, dilakukan pemupukan melalui daun dengan cara disemprotkan sebanyak 4 kali. Hal ini dilakukan karena, tidak semua pupuk yang kita berikan melalui tanah mampu diserap sempurna oleh tanaman. Sehingga perlu dilakukan pemupukan melalui daun.

Proses ini dapat dilakukan bersamaan dengan penyemprotan insektisida atau fungisida. Penyemprotan ini terbagi menjadi dua yaitu 2 kali pada fase vegetatif 15 HST dan 30 HST. Kemudian 2 kali pada fase generatif yaitu 55 HST dan 70 HST.

7. Pengendalian Hama Padi

cara menanam padi
penyemprotan hama

Hama adalah organisme atau hewan yang keberadaannya tidak di kendaki atau dapat berpotensi merugikan. Contohnya yaitu ulat, belalang, tikus, burung, keong, wereng dan lain lain. Sedeangkan penyakit adalah gejala tidak normal pada tanaman yang diakibatkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, cendawan, dan virus.

Pengandalian dilakukan dengan berbagai macam teknik. Contoh penyakit tanaman padi yang disebabkan oleh cendawan yaitu blast leher atau potong leher dan bercak sempit. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida berbahan aktif azoxistrobin, difenokonazol, benomil, dan metil tiofanat.

8. Panen Padi

cara menanam padi
panen padi menggunakan combine harvester

Padi dapat dipanen pada umur 95-105 hari tergantung varietas dan jenis padi yang ditanam. Ciri utama padi yang siap dipanen yaitu malai sudah merunduk, gabah berwana kuning, bulir terisi sempurna atau disebut bernas. Proses panen padi dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu tradisional, semi modern dan modern

  • tradisional : alat yang digunakan berupa arit, ani-ani, drum atau alat perontok kayu.
  • semi modern : alat yang digunakan untuk panen masih menggunakan arit dan dipanen manual dengan tangan. Namun, proses perontokan menggunakan mesin perontok otomatis.
  • modern : alat yang digunakan otomatis dapat memanen dan merontokkan padi, contohnya combine harvester.

9. Pasca Panen

Proses pasca panen yaitu penjemuran gabah padi dan sortasi antara gabah sempurna dan gabah kopong. Jika panen dengan cara semi modern dan modern gabah kopong dan gabah bernas sudah terpisah saat panen.

Selanjutnya, proses pengupasan gabah sampai menjadi beras. Pada tahap ini akan dihasilkan limbah berupa kulit padi dan dedak padi. Dedak lebih halus dari kulit padi dan dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak.

Kulit padi dapat dimanfaatkan untuk campuran media tanam atau media hiroponik. Selain itu juga, kulit padi dapat dibakar dan dibuat kompos dicampur dengan batang padi yang dipotong halus. Pada tahap ini pula, dihasilkan beras sempurna yang sudah bersih dan siap untuk dipasarkan.

Oke demikian penjelasan tentang cara menanam padiyang baik dan benar. Semoga bermanfaat untuk kamu yang akan mulai menanam padi. Jangan sungkan untuk meninggalkan pertanyaan atau pernyataan di kolom komentar.

Terima kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *