March 28, 2020
cara menanam hidroponik

5 Cara Menanam Dengan Sistem Hidroponik Sederhana

Cara menanam hidroponik atau sistem hidroponik adalah teknik budidaya tanaman yang memanfaatkan air sebagai media tumbuh tanaman dan tidak menggunakan media tanah. Air yang digunakan dicampur nutrisi yang dapat di serap langsung oleh tanaman sehingga dapat tumbuh secara normal.

Secara umum ada 3 macam sistem budidaya tanaman secara hidroponik yaitu sistem wick (genang), NFT (Nutrient Film Technique) dan DFT (Deep Flow Technique). Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat sistem hidroponik sangat mudah ditemukan. Misalnya yang paling sederhana dengan menggunakan botol bekas, paralon bekas, bekas ember cat dan lain-lain.

Tanaman yang paling banyak di tanam dengan sistem hidroponik adalah jenis sayur-sayuran contohnya kangkung, selada, sawi, bayam, cabai, tomat dan lain-lain. Tapi, tidak sedikit juga yang menanam tanaman buah seperti melon, semangka, buah tin, strawberry, dan anggur. Bahkan, saat ini hidroponik di kembangkan untuk padi, dan bibit kelapa sawit.

5 Cara Menanam Dengan Sistem Hidroponik

cara menanam hidroponik
sumber: instagram.com/alamanda_farm

Cara menanam hidroponik dapat dilakukan di lokasi yang sempit, contohnya  di pekarangan rumah, diatas loteng, atau di atas atap. Namun, tak sedikit yang sengaja menanam hidroponik pada lahan yang luas untuk skala usaha. Karena komoditas yang dihasilkan dengan sistem hidroponik sangat diminati oleh banyak kalangan. Berikut cara menanam dengan sistem hidroponik:

1. Persiapkan Tempat

Tempat yang cocok untuk budidaya hidroponik adalah tempat yang terang dan pencahayaan matahari optimal. Dekat dengan sumber air dan tidak ternaungi oleh pohon yang besar.

Supaya pertumbuhan tanaman lebih bagus kamu dapat menggunakan plastik UV (transparan). Tujuannya adalah hidroponik terhindar dari hujan yang dapat membuat konsentrasi larutan nutrisi berubah.

2. Persiapan Alat

Alat yang disiapkan harus sesuai dengan jenis hidroponik yang akan di buat. Jika jenis hidroponik yang dibuat menggunakan paralon, maka kamu harus menyiapkan bor untuk membuat lubang tanam pada paralon tersebut.

Selanjutnya, siapkan penutup ujung paralon dan selang penghubung agar sirkulasi larutan nutrisi berjalan lancar. Jangan lupa siapkan juga ember penampung nutrisi dan aerator (pompa elektrik) untuk mengalirkan larutan nutrisi hidroponik.

3. Siapkan Media Tanam dan Benih

cara menanam hidroponik
contoh media sekam bakar

Terdapat banyak jenis media tanam untuk hidroponik contohnya sekam bakar, serbuk kelapa, rockwool dan lainnya. Untuk sistem hidroponik NFT sarjana tani menyarankan untuk menggunakan rockwool. Meskipun, semua media dapat digunakan pada sistem NFT. Hal ini karena, daya serap rockwool cukup kuat dari pada media lain terutama pada nutrisi yang mengalir.

Baca juga: Ini Loh! 6 Cara Menanam Seledri Organik Dalam Polybag

Untuk sistem wick dan DFT kamu dapat menggunakan tiga jenis media di atas. Menurut sarjana tani media yang paling sering digunakan pada kedua sistem ini adalah rockwool dan sekam bakar. Nah, kamu dapat mencoba sekam bakar karena mudah di dapat dan harga terjangkau.

Dalam sistem hidroponik, benih harus di siapkan dan disemai pada media tanam contohnya pada rockwool.  Penyemaian dilakukan pada nampan/baki persemaian. Buat lubang pada rockwool menggunakan lidi dan isi lubang satu sampai tiga benih tanaman.

4. Pembibitan

cara menanam hidroponik
sumber: instagram.com/alamanda_farm

Setelah benih tumbuh dan memiliki bentuk yang sempurna maka selanjutnya disebut bibit. Perawatan bibit harus dilakukan dengan baik agar pertumbuhan bibit serempak. Setelah bibit berumur 14-18 hari, memiliki 2-4 helai daun dan sudah cukup besar maka bibit siap di tanam pada sistem hidroponik.

5. Pengecekan Konsentrasi Nutrisi Hidroponik

Setelah tanaman di tanam pada lubang tanam sistem hidroponik maka, selanjutnya kamu harus memastikan larutan nutrisi tetap tersedia pada ember penampung. Dan lakukan pengecekan dengan menggunakan pH meter dan ec meter. Apabila konsentrasi larutan rendah maka tambahkan nutrisi agar sesuai dengan standar tumbuh tanaman.

Kamu harus mengontrol ketersedian larutan nutrisi dan ketepatan konsentrasinya. Karena, pada setiap tahap pertumbuhan tanaman akan membutuhkan jumlah nutrisi yang berbeda-beda. Contohnya pada tanaman masih kecil maka nutrisi yang dibutuhkan juga dalam jumlah yang sedikit.

Demikian, penjelasan tentang cara menanam sistem hidroponik. Semoga tahapan ini dapat membantu kamu yang sedang belajar menanam dengan sistem hidroponik. Jangan lupa share informasi ini jika bermanfaat dan tinggalkan komentar jika ada yang kurang jelas.

Terima kasih….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *