7 Cara Menanam Cabai Merah Agar Cepat Berbuah

By | December 2, 2019

Cara Menanam Cabai Merah – Sebelumnya kita sudah membahas cara budidaya porang. Kali ini kita akan membahas cara menanam cabai merah.

Cabai merah adalah tanaman hortikultura yang masuk ke dalam golongan sayuran. Tanaman ini memiliki nama latin (Capsicum annuum L.) dan sering disebut cabe.

Cabe dapat menghasilkan rasa pedas, sehingga sering digunakan sebagai bumbu masakan. Selain itu juga, cabe digunakan sebagai bahan baku utama pembuatan sambal atau saus.

Kebutuhan cabai nasional bisa mencapai 500.000-600.000 ton per tahun. Ini menunjukkan bahwa peluang bisnis cabai merah masih sangat besar.

Saat ini harga cabai merah berada di kisaran Rp20.000 per kilogram. Harga cabe sangat fluktuatif dan tak jarang harganya melebihi Rp100.000 per kilogram. Hal ini terjadi pada masa tertentu misalnya menjelang hari raya idul fitri.

Cara Menanam Cabai Merah

cara menanam cabai

Terdapat banyak jenis cabai seperti cabai rawit, cabai merah, cabai keriting dan cabai hijau. Namun, cabai yang paling tinggi permintaan pasar adalah cabai merah. Tertarik budidaya cabe merah, berikut adalah caranya:

1. Pemilihan Benih Unggul

Budidaya cabe sebaiknya menggunakan benih unggul bersertifikat. Benih unggul ada yang hibrida dan nonhibrida, untuk hibrida kamu hanya bisa menanamnya satu musim tanam.

Namun, produksi benih hibrida relatif lebih tinggi dibandingkan benih jenis lainnya. Sedangkan, apabila membeli benih cabe merah nonhibrida maka dapat di tanam sampai 3 kali.

2. Pembibitan Cabe Merah

Media pembibitan harus gembur dan subur agar benih cepat tumbuh. Media yang digunakan adalah campuran antara tanah, kompos, sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Pembibitan cabai dapat dilakukan pada tray semai, polybag atau langsung di tanah.

Pemberian penutup dengan menggunakan ilalang kering atau dengan paranet. Tujuannya untuk menjaga suhu dan kelembabanĀ  agar benih cepat tumbuh dan tidak muda layu saat sudah besar. Setelah benih mulai berkecambah dan tumbuh, penutup harus dibuka agar tanaman juga mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Baca juga:

Cara Menanam Porang Di Lahan Terbuka Lebih Menguntungkan Petani

Dalam satu hari minimal bibit dapat tersinari 3-6 jam per hari, apabila bibit kekurangan cahaya matahari maka akan terjadi etiolasi. Dampaknya bibit menjadi panjang, berwarna hijau muda dan vigor tanaman tidak kuat. Bibit yang siap untuk dipindah yaitu ketika memiliki daun 6-8 helai, dengan umur bibit 4-5 minggu setelah semai.

3. Persiapan Lahan

Lakukan penggemburan tanah dengan menggunakan canggul atau hand traktor dengan kedalaman 20 cm. Selanjutnya, tambahkan pupuk kandang, pupuk kompos atau sekam bakar yang kemudian diaduk sampai merata. Buat guludan dengan lebar 1 meter dan jarak antar gulugan minimal 50 cm.

Penggunaan mulsa sangat disarankan dalam budidaya Tanaman cabe merah. Mulsa terdiri dariĀ  dua jenis, yaitu mulsa organik dan mulsa anorganik. Untuk mulsa organik kamu dapat menggunakan jerami padi, atau ilalang. Sedangkan, mulsa anorganik adalah plastik yang khusus dirancang untuk pertanian dan kamu dapat membelinya di toko pertanian.

4. Penanaman Cabe

Bibit yang sudah siap pindah tanam harus segera dipindahkan ke lahan. Bukalah polybag dengan hati-hati agar tanah di dalamnya tidak hancur dan tidak merusak perakaran cabe.

cara menanam cabai

sumber: instagram.com/tandurankristera

Setelah bibit cabe ditanam siraman dengan air secukupnya. Penanaman disore hari lebih disarankan untuk menghidari kelayuan akibat trik matahari.

5. Pemasangan Ajir/Tongat

Cabe merah yang berbuah lebat rawan rebah terutama saat musim hujan. Hal ini dapat menyebabkan buah menjadi busuk dan mudah terserang penyakit yang disebabkan bakteri atau cendawan. Untuk menghindari hal ini perlu dilakukan pemasangan tongkat atau biasa disebut ajir oleh para petani.

Kemudian, batang cabe merah akan diikat pada ajir, dengan demikian cabe dapat tumbuh tegak. Selain itu, hal ini juga akan mempermudah saat proses panen.

6. Perawatan Tanaman

Proses perawatan tanaman meliputi penyiraman, pemupukan, penyiangan gulma, pemangkasan, dan penyemprotan. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari, atau minimal satu hari sekali. Pupuk yang digunakan untuk tanaman cabe yaitu pupuk makro dan mikro.

Pupuk makro contohnya Nitrogen (urea), Pofsat (SP-36), Kalium (KCL) dan NPK majemuk contohnya NPK Mutiara. Pupuk mikro contohnya Zn, B, Mn dan lainnya. Pupuk mikro sangat cocok diberikan melalui daun yaitu dengan cara disemprotkan. Dengan demikian, pupuk mikro akan lebih cepat terserap oleh tanaman.

7. Panen Cabe Merah

Tanaman cabe merah tidak matang serempak, sehingga panen dapat dilakukan berkali-kali. Cabe mulai panen pada umur 65 hari, cepat atau lambatnya panen sangat dipengaruhi oleh varietas dan perawatan tanaman. Dalam satu kali musim tanam cabe merah dapat dipanen 15-28 kali panen dan proses panen dilakukan seminggu dua kali. Banyaknya jumlah panen, dalam satu musim tergantung dengan pemupukan dan perawatan yang dilakukan.

Oke demikian penjelasan cara budidaya cabe merah.

semoga tulisan ini bermanfaat

Terima kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *