4 Cara Budidaya Maggot BSF Tanpa Bau Untuk Pemula

Budidaya Maggot BSF – Pernah terpikir menghasilkan uang dari sampah organik atau limbah dapur? Banyak orang yang tidak menyadari bahwa sampah organik yang ada di sekitar kita dapat menjadi sumber pundi-pundi rupiah loh. Contohh yang paling sering yaitu dibuat pupuk kompos atau pupuk organik. Nah, kali kita akan bahas cara budidaya maggot dengan menggunakan limbah organik.

Maggot BSF adalah belatung dari lalat jenis Black Soldier Fly (lalat hitam) atau sering disebut BSF. Kandungan protein pada maggot sangat tinggi yaitu sekitar 90%. Sehingga sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak contohnya ayam kampung, burung, ikan dan lain-lain. Apakah maggot BSF aman untuk pakan ternak? Aman, karena lalat BSF bukan lalat penyebar penyakit seperti lalat hijau.

Lalat hijau menyukai tempat yang busuk, amis dan kotor. Sehingga sering kita temukan pada bangkai, tempat sampah, comberan dan lain-lain. Sedangkan, lalat BSF menyukai media yang berbau khusus seperti hasil fermentasi dan tempat yang relatif lebih bersih. Jika kamu tertarik untuk budidaya maggot BSF, maka kamu harus menyiapkan media untuk mengundang lalat BSF. Media ini terdiri dari dua jenis yaitu media kering dan media basah/air. Contoh media kering seperti dedak limbah pabrik padi, sedangkan media basah seperti ampas tahu, limbah sayuran, buah, batang pisang dan sebagainya.

Bagaimana cara mengundang lalat BSF? Untuk mendapatkan maggot BSF, kamu harus membuat media fermentasi yang dapat mengundang lalat BSF terlebih dahulu. Kemudian, lalat akan bertelur dan telur menetas menjadi maggot. Maggot inilah yang memiliki harga jual yang tinggi. Mudah kan cara budidaya maggot BSF bahkan untuk seorang pemula sekalipun.

4 Cara Budidaya Maggot BSF

Budidaya Maggot BSF
sumber: instagram.com/dwi_bsf

Lalat BSF tersedia secara alami di alam sekitar kita, Sehingga diperlukan “umpan” untuk mengundang lalat tersebut datang dan berkembangbiak di media yang sudah kita siapkan. Keunggulan budidaya maggot yaitu tidak bau busuk. Nah, Berikut cara budidaya maggot tidak bau:

1. Persiapan Alat dan Bahan

Berikut ini adalah cara membuat media fermentasi yang menggunakan bahan dasar limbah hasil pengolahan padi yaitu dedak. Penambahan limdah sayuran atau buah dapat dilakukan saat mmaggor sudah besar. Secara umum media yang digunakan adalah organik dan aman bagi lingkungan. Ini dia alat dan bahan yang harus di siapkan:

  • Alat: ember kecil, ember besar, dan 2 kantong plastik 5 kg atau satu kantong plastik 8kg.
  • Bahan: yakult/EM4, penyedap rasa (royco), dedak 5 kg.

2. Membuat media fermentasi

Media fermentasi ini digunakan untuk mengundang lalat datang, berikut caranya:

  1. Masukkan 1 literĀ  air ke dalam ember kecil, tambahkan 5 sendok gula pasir.
  2. Tambahkan bakteri fermentasi, kamu dapat menggunakan yakult satu botol atau EM4 satu tutup botol kemudian, aduk sampai rata.
  3. Masukkan 5 kg dedak ke dalam ember besar, tambahkan 1 bungkus royco. Tujuannya agar bau media semakin menyengat dan cepat mengundang lalat BSF datang. Kemudian aduk sampai rata.
  4. Campurkan larutan pada ember kecil ke dalam ember yang besar. Aduk sampai rata dan usahakan media fermentasi tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering.
  5. Masukkan media ke dalam satu plastik ukuran 8 kg atau bagi menjadi dua dan masukkan ke dalam plastik 5 kg. Tujuannya agar terdapat rongga yang cukup di dalam kantong. sisakan 1 kg untuk pakan maggot saat sudah besar.
  6. Ikat bagian atas kantong plastik dan biarkan proses fermentasi selama 4-5 hari. Ciri fermentasi berhasil adalah kantong plastik akan mengembang seperti ditiup. Selain itu, bau media seperti tape.
  7. Selanjutnya, buka kantong plastik dan pindahkan media ke dalam ember, lalu tutup dengan menggunakan daun pisang dan biarkan sedikit terbuka.
  8. Letakkan ember d iluar ruangan dan biarkan selama 1-3 hari sampai lalat BSF datang dan bertelur di sekitar ember media fermentasi.

3. Perawatan Maggot BSF

Setelah lalat BSF datang dan meletakkan telur disekitar media feremntasi. Telur-telur ini akan menetas setalah 1-2 hari. Kemudia maggot kecil akan menuju media fermentasi untuk mencari makan.

Maggot kecil ini akan tumbuh dan berkembang di bawah daun pisang. Setiap 7 hari taburkan sisa media fermentasi di atas daun pisang sebagai pakan tambahan maggot. Maggot akan terus berkembang biak jika pakan terus kita penuhi.

Baca artikel lainnya:

4. Panen Maggot BSF

budidaya maggot bsf
instagram.com/tanto.bsf

Maggot dapat dipanen mulai umur 2-3 minggu. Panen maggot dapat dilakukan berkali-kali sampai maggot habis. Seiring berjalannya waktu media akan menjadi lebih hitam tapi tidak berbau busuk. Cara penen maggot yaitu dengan mengambil manggot secara manual. Kemudian, maggot dapat dimasukkan ke dalam wadah plastik, lalu timbang per satu kilogram. Harga maggot sekitar Rp 6.000-8.000 per kilogram.

Jika kamu ternak ayam kampung maka, kamu dapat mencampur maggot ini pada pakan ayam yang akan diberikan. Maggot sangat baik diberikan pada ayam kampung. Karena kandungan protein pada manggot sangat tinggi. Sehingga dapat mempercepat pertumbuhan bobot ayam.

Demikian cara budidaya maggot BSF tanpa bau. Selain kandungan protein yang tinggi, maggot BSF aman untuk pakan ternak dan mudah dibudidayakan. Semoga tulisan ini bermanfaat buat kamu yang ingin mencoba budidaya maggot BSF.

Terima kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *