March 28, 2020
cara menanam padi

9 Hama Tanaman Padi dan Cara Mengatasinya

Tanaman padi merupakan komoditas unggulan di Indonesia.Tanaman inilah yang menghasilkan beras dan merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Dalam budidaya tanaman padi terdapat banyak kendala diantaranya hama tanaman padi.

Hama tanaman padi adalah organisme yang berpotensi merusak tanaman padi sehingga menyebabkan kehilangan hasil atau penurunan produksi. Hal ini dapat menyebabkan kerugian apabila tidak segera dilakukan pengendalian.

Hama yang merusak tanaman padi dapat digolongkan menjadi tiga yaitu hama yang merusak pada fase vegetatif, fase generatif dan fase vegetatif-generatif. Untuk menghindari terjadinya kerugian maka dapat dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian hama tanaman padi.

Berikut 9 Hama Padi dan Cara Pengendaliannya

hama tanaman padi

Pencegaha adalah langkah terbaik untuk mengatasi hama tanaman padi. Lakukan pengamatan terhadap jenis hama, jumlah hama dan pastikan populasi hama tidak berpotensi merugian. Berikut 9 hama padi:

1. Keong Mas

Sekilas keong mas tampak tidak merugikan atau tidak merusak tanaman padi. Sebenarnya keong mas meletakkan telur di batang tanaman padi. Telurnya berwarna merah jambu atau pink dan menumpuk pada satu titik. Setelah menetas, keong mas akan mulai memakan daun padi.

Hal ini sangat merugikan terutama pada fase vegetatif, daun yang  rusak akan menyebabkan proses fotosintesis tidak optimal. Sehingga pertumbuhan tanaman terganggu dan terhambat. Pengendalian keong mas dapat dilakukan dengan menaburkan atau menyemprotkan moliskisida berbahan aktif fentin asetat.

2. Ulat Grayak

Ulat grayak banyak ditemukan terutama pada fase vegetatif yaitu ketika padi berumur 15-45 Hari Setelah Tanam (HST). Ulat grayak memakan daun padi dan berkembang sangat cepat apabilla tidak dikendalikan.

Pengendalian ulat grayak relatif lebih mudah yaitu dengan melakukan penyemprotan insektisida kintak berbahan aktif permetrin ,sipermetrin, alfametrin dll. Dosis yang diguakan sesuai dengan anjuran dan tingkat serangan hama di sawah.

3. Hama WerenG

Wereng adalah hama utama padi yang sangat merugikan. Jenis hama wereng ada empat yaitu wereng cokelat, wereng hijau, wereng punggung putih dan wereng loreng. Hama wereng cokelat sangat cepat berkembang dan serangan hama ini berpotensi menyebarkan virus.

Sehingga pengendalian harus dilakukan sedini mungkin. Pengendalian hama wereng dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif imidakloprid, dimehipo, abamektin, pymetrozine dan lainnya.

4. Hama Putih Palsu (HPP) / Pelipat Daun

hama tanaman padi

Hama putih palsu atau pelipat daun menyerang bagian daun. Serangan ini dimulai dengan masuknya ngengat HPP pada tanaman padi 15 HST dan dapat bertahan sampai fase generatif. Ngengat berwarna coklat dan garis horizontal hitam pada sayapnya.

Ukuruan ngengat HPP lebih kecil daripada kupu penggerek batang (sunde/beluk) sehingga, pengamatan harus lebih intensif. Pengendalian ngengat HPP perlu dilakukan untuk menekan populasinya agar penyebaran telur tidak meluas. Pengendalian dapat dilakukan dengan melakukan penyemprotan insektisida kontak berbahan aktif golongan permetrin.

Baca juga: 7 Tepat Aplikasi Pestisida Dan Cara Menggunakannya

Apabila ngengat telah meletakkan telur pada daun dan kemudian menetas menjadi ulat. Selanjutnya, ulat ini akan melipat daun dengan menggunakan jaring seperti jaring laba-laba. Kemudian, ulat akan bagian dalam daun sehingga yang tersisa hanya epidermisnya saja dan daun menjadi putih.Pengendalian ulat pelipat daun ini dengan menggunakan insektisida sistemik berbahan aktif fipronil, metomil, imidakloprid, dimehipo, asefat dan lainnya.

5. Tikus

Tikus adalah hama yang meresahkan petani, karena pada fade vegetatif tikus hanya memotong-motong batang padi. Hal ini karena tikus merupakan hewan pengerat. Padi muda yang diserang tikus tetap dapat tumbuh dan menghasilkan gabah namun, tidak optimal. Tikus juga dapat menyerang padi yang sudah mulai keluar malai. Sehingga pengendalian tikus perlu dilakukan untuk meminimalisir kerugian.

Pengendalian tikus dapat dilakukan secara langsung dengan ditangkap dan dibunuh, menggunakan perangkap, atau menggunakan musuh alami burung hantu. Pengendalian secara kimia dengan menggunakan rodentisida berbahan aktif brodifakum.

6. Kepik Hijau

Kepik menyerang bagian batang dan buah atau bulir padi. Bagian yang terserang terdapat bekas tusukan sedangkan pada bulir dapat menyebabkan bulir hampa dan keriput. Serangan kepik hijau yang tinggi pada tanaman muda dapat menyebabkan tanaman menjadi kerdil.

Hama ini merugikan pada fase dewasa memiliki mulut tipe menusuk menghisap. Pengendalian hama ini dengan menggunakan insektisida kontak berbahan aktif permetrin, sipermetrin, imidacloporid dan lainnya. Dapat dicampur juga dengan insektisida sistemik berbahan aktif asefat dan metomil. Penggunaan dosis menyesuaikan dengan anjuran pada kemasan.

7. Penggerek Batang

hama tanaman padi
Telu dan Ngengat Sundep

Hama ini menyerang tanaman padi pada fase vegetatif dan generatif. Serangan pada fase vegetatif disebut sundep dan serangan pada fase generatif disebut beluk. Serangan pada fase vegetatif akan menyebabkan daun menjadi cokelat menggulung dan kerdil.

Sedangkan, pada fase generatif akan menyebabkan malai menjadi putih dan gabah hampa. Hama penggerek batang merugikan pada fase ulat, ulat ini akan masuk kedalam batang dan memakan bagian dalam batang.

Hal ini akan menyebabkan pembuluh xilem dan floem terputus, sehingga penyerapan air dan nutrisi serta penyebaran hasil fotosintesis tidak berjalan normal. Pengendalian hama ini menggunakan insektisida kontak untuk pengendalian kupu berbahan aktif permetrin, sipermetrin, imidacloporid, abamektin, dan lainnya. Pengendalian ulat didalam batang dengan insektisida sitemik berbahan aktif fipronil, metomil, dimehipo, asefat dan lainnya.

8. Walang Sangit

Walang sangit merugikan pada fase generatif yaitu saat bulir padi masak susu. Hama ini memiliki tipe mulut menusuk menghisap. Serangan walang sangit dapat menyebabkan kerugian yang besar terutama pada tingkat serangan tinggi. Pengendalian hama ini dapat menggunakan insektisida sitemik berbahan aktif fipronil, metomil, dimehipo, asefat dan lainnya.

9. Burung

Burung pipit adalah burung yang paling banyak ditemukan di persawahan. Burung pipit terbang berkoloni sehingga serangan burung dalam jumlah besar dapat terjadi dalam waktu singkat. Burung menyerang pada fase generatif terutama saat padi sudah merunduk.

Pegendalian dapat  dilakukan dengan menggunakan terompet, kaleng dan alat lain yang dapat menimbulkan suara. Selanjutnya menggunakan bendera atau orang-orang sawah, saat terjadi serangan burung sebaiknya kamu lebih sering ke sawah untuk mengusirnya.

Demikian penjelasan mengenai hama padi dan pengendaliannya. Semoga bermanfaat..

terima kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *